
Percayakah, hasrat manusia akan damai sama besarnya dengan hasrat membuat senjata pemusnah yang paling mematikan?
Ketika sekelompok kecil prajurit Jepang di gua pulau Iwo Jima terdesak oleh pasukan Amerika, sang pimpinan memutuskan agar para prajurit Jepang itu bunuh diri, suatu tindakan yang diyakini sebagai sikap ksatria.
“Saudara-saudara, kita adalah pasukan kehormatan Kaisar. Satu-satunya bagi kita adalah gugur secara hormat. Inilah takdir kita… untuk menemukan tempat kita di Kuil Suci Yasukuni. Kita akan bertemu di sana,” khotbah sang pimpinan dengan hikmat sekaligus heroik. “Banzaaaiiii….!” Maka satu per satu prajurit jepang itupun meledakkan diri mereka sendiri dengan granat tangan. Hancur tercerai-berai.


