(Ini cerpen lama, yang saya tulis tahun 1998. Yeah, sekadar iseng, saya coba tampilkan di sini. Barangkali ada yang baca… )
BEGITULAH. Abidin seolah-olah baru tersadar. Dan mendapatkan dirinya sudah berada di sebuah lokalisasi, dalam kamar bersama seorang pelacur. Ketika pelacur itu hendak melucuti pakaiannya sendiri, kontan Abidin tersentak. Kaget.
“Tunggu…tunggu. Apa-apaan ini,” katanya bingung.
“Lho, bukankah mas [...]
Archive for Juli, 2008
Lelaki dan Pelacur
Juli 20, 2008Hudan III
Juli 13, 2008Dia terlihat baik-baik saja, tapi siapa tahu dalam hatinya…?
Hudan Nur kembali hadir di Book Café, Sabtu (12/7) malam. Kali ini dia bersama Isuur Loeweng membacakan cerpen saya, Tubuh dan Kepala Mencari Rupa. Ia sudah terlihat lebih baik. Canda tawanya kembali berderai, seakan peristiwa kecelakaan tiga bulan lewat telah menjadi bagian masa lalunya – meski dia [...]
Hudan II
Juli 7, 2008Dia datang dengan *segunung api…*
(*Iwan Fals, Air Mata Api, album Mata Dewa, 1989)
SABTU malam (5/7) Minggu, Hudan Nor datang di Book Cafe, samping Museum, Banjarbaru. Sastrawan muda Kalsel yang tiga bulan lewat mengalami kecelakaan parah, yang meremukkan beberapa tulang paha, rahim dan rusuknya ini mengaku kangen dengan kawan-kawan sastrawan. Ia pun lalu membacakan sebuah catatan [...]

Kata Mereka