Pinggan perak sungguh gemilang
antik cawan dari pangeran
saban lekang Ramadan menjelang
patik mohon maaf pada puan dan tuan
selamat menjalankan puasa. (lf)
SMS itu saya terima dari seorang penulis perempuan keturunan Tionghoa, Lan Fang (seperti inisial lf yang dicatatkannya di akhir SMS-nya itu), Jumat (29/8) lalu. Apakah Lan Fang seorang muslimah? Sungguh saya tak tahu.
Saya yakin, beberapa kawan sastrawan di Kalsel juga mendapatkan SMS yang sama dari penulis novel Perempuan Kembang Jepun itu. Barangkali Lan Fang mengirimkan SMS ke saya, karena mengingat perkenalan pada tahun 2007 lalu di Kongres Cerpen Indonesia (KCI) di Banjarmasin. Atau, mungkin dia juga mengingat bahwa dia pernah mengirimkan cerpennya ke email saya untuk diterbitkan di halaman Cakrawala. Atau, barangkali sebenarnya dia tidak ingat sama sekali siapa saya. Tapi karena nama saya ada di ponselnya, lalu dia pun mengirimkan SMS itu – dan saya lebih meyakini yang terakhir ini. Baca entri selengkapnya »
