(surat terbuka kepada sahabat, kawan, yang kenal, dan tak mengenal saya)– catatan ini diterbitkan di Cakrawala, Sastra Budaya Radar Banjarmasin, edisi Minggu 28 September 2008.
Ketika catatan ini kalian baca, barangkali saya tengah melaju dalam perjalanan menuju kampung halaman nan jauh di pesisir Kalimantan Tengah sana. Saya bersama istri dan anak kami yang baru berusia satu setengah tahun berangkat pagi-pagi sekali. Sehabis sahur dan salat subuh, seorang teman dengan mobilnya akan mengantarkan kami ke Palangka Raya – selanjutnya saya bersama istri dan si kecil akan melanjutkan lagi menuju Sampit – kota yang pernah mencatat amuk sejarah di tahun 2001 itu. Baca entri selengkapnya »



