Le Clezio, Peraih Nobel Sastra 2008
Siapakah sejatinya seorang sastrawan?
Di mata Jean-Marie Gustave Le Clezio (68), peraih Hadiah Nobel Sastra 2008, sastrawan, secara khusus novelis, bukanlah filsuf, bukan pula teknisi bahasa tutur. “Dia adalah seseorang yang menulis, tentu saja, dan melalui novel dia bertanya,” katanya.
Le Clezio menekuni dunia sastra sepanjang hidupnya. Sejak masih belia, usia 8 tahun, Le Clezio sudah menulis. Hingga kini, lebih dari 50 novel, esai, cerita pendek, telah lahir dari tangannya.
Terobosan besar Le Clezio sebagai novelis adalah Desert (1980). Novel ini berkisah tentang kebudayaan yang hilang di gurun Afrika Utara, dan dikontraskan dengan Eropa yang dilihat melalui kacamata seorang imigran.
Sebelum dikenal sebagai penulis yang peduli pada tema-tema humanis dan pemerhati anak, Le Clezio sempat dikenal sebagai sastrawan “berani.” Itu karena pada era 1963-1975, dia lebih banyak mengeksplorasi tema-tema bahasa, tulisan, serta ketidakwajaran. Karya-karyanya waktu itu lebih banyak terinspirasi penulis kontemporer ternama seperti Georges Perec atau Michel Butor. Oleh publik Prancis, dia dikenal sebagai sastrawan yang suka menciptakan hal-hal baru dan seorang pemberontak.
Namun, gaya penulisannya berubah drastis pada akhir era 1970an. Dia meninggalkan hobinya dalam bereksperimen. Karya-karyanya pun menjadi lebih halus. Dia mulai banyak mengekplorasi tema-tema yang lebih ringan seperti masa kanak-kanak, remaja dan perjalanan. Perubahan itulah yang lantas membuatnya menjadi lebih tenar dan dianggap layak menerima Nobel Sastra 2008. (sumber jawa pos/kompas)


apakah harus serumit itu untuk menjadi sastrawan?
Nah, lebih susah jadi sastrawan hebat, harus tercatat dalam ESKS dulu. Katanya sih…
ga berpikir sejauh itu, yang penting semangat belajar menulis
ga berpikir sejauh itu, yang penting semangat belajar menulis
nobel, ah… kalau bang sandi mungkin. kalau awim????? gimana wim……
nobel……..ih seremmmmmmmmmmm salah satu makhluk haluskan WEWE NOBEL
semoga ada orang banua suatu saat yang juga bisa dapat nobel…hehehe..
Perjuangannya perlu diteladani oleh sastrawan banua kita
menginspirasi untuk terus menorehkan posting
salam
semoga nanti, saya adalah blogger Indonesia pertama
yang dapetin Nobel
versi digital.kalo enggak, mudah – mudahan saya adalah penulis Indonesia
pertama yang dapetin Nobel
betulan,atau…Piagam MURI kali
ngalahin Laskar Pelangi
kalo mo bli novelnya dimana yaaa??
email ja ke ariemac@ymail.com
thx b4