“Polisi Tidur”

Oktober 28, 2008

Barangkali perbandingannya;  jalan mulus itu hanya 50 persen, sisanya adalah lubang-lubang, gundukan-gundukan tambalan aspal bekas galian pipa, perbaikan jalan, ditambah kemacetan-kemacetan.

Semua tentu sudah mafhum, “polisi tidur” di sini bukanlah polisi yang tidur di kantor atau di pos jaga. Ini “polisi tidur” di tengah jalan, berupa gundukan semen melintang di tengah-tengah aspal.

Saya yakin, semua yang pernah pergi naik kendaraan bermotor pasti pernah melindas “polisi tidur”. Sebab kita tahu, “polisi tidur” ini hampir kita temui di mana-mana, terutama di gang dan jalan-jalan kecil. Ukuran gundukannya macam-macam, ada yang gemuk tinggi, atau kurus tinggi, atau gemuk – kurus rendah. Bagaimana pun bentuknya, setiap yang hendak melintas, selalu mengerem kendaraan dan dengan pelan sekali kita rasakan ban kendaraan kita melindas “polisi tidur” itu agar tidak terjadi goncangan atau hempasan yang keras. Bersamaan itu pula, kita pun harus ngerem rasa jengkel dan kesal terhadap “polisi tidur” itu.

Entah bagaimana hingga ada konsep “polisi tidur” ini, dan siapa pula yang memberikan nama itu. Namun kita tahu, “polisi tidur” ini sudah menjadi “rambu” lalu lintas secara nasional seperti pernah terlihat dalam iklan sebuah produsen rokok – yang belakangan sudah tak terlihat lagi di layar tv mungkin lantaran diprotes dan dituntut Polri yang tersinggung berat.

Bisa dipahami, maksud dibuatnya “polisi tidur” ini agar para pengendara tidak memacu dengan cepat kendaraannya. Tapi sungguh, keberadaan “polisi tidur” ini sangatlah mengganggu kenyamaan pengendara yang saya yakini sebagian besar bukanlah pengebut jalanan terutama di jalan sempit. Padahal kita juga tahu, tak banyak dan tak panjang jalanan di kota, ambil lah contoh Banjarmasin, yang mulus. Barangkali perbandingannya; jalan mulus itu hanya 50 persen, sisanya adalah lubang-lubang, gundukan-gundukan tambalan aspal bekas galian pipa, perbaikan jalan, ditambah kemacetan-kemacetan.

Nah, apakah kita ingin menambah lagi ketidaknyaman dalam berkendaraan itu dengan “polisi-polisi tidur”? Apakah kita memang suka dengan istilah: “Kalau bisa dibuat susah, mengapa harus dipermudah?” Ah, rasa-rasanya kita memang terlalu sering membuat susah yang seharusnya bisa dibikin mudah, nyaman dan lancar.

Protes terhadap dibuatnya “polisi tidur” ini pernah terjadi di selingkaran lapangan Mudjani Banjarbaru. Sukses, protes warga yang terganggu kenyamaan berkendaraan di kawasan itu ditanggapi pemerintah setempat yang dengan segera menghancurkan “polisi-polis tidur” yang melintang. Protes serupa juga pernah dilontarkan untuk “polisi tidur” di depan gubernuran Kalsel di Banjarmasin, namun hingga tulisan ini dibikin “polisi-polisi tidur” itu tampaknya masih tertidur di sana.
Barangkali pembuatan “polisi tidur” ini juga seperti hendak meneguhkan atas “berkuasanya” terhadap jalan itu. Artinya, kendaraan Anda harus pelan-pelan tidak boleh kencang, karena ini wilayah “Ku”, “Kami”, dan di sini banyak anak-anak. Hahaa.., tertawalah si “pemilik jalan” karena bisa mengendalikan mereka atau kita yang lewat di jalan “miliknya”.

Padahal, sesungguhnya ada cara yang lebih akrab dan bersahabat andai pembuatan “polisi tidur” itu memang dimaksudkan agar kendaraan yang lewat harus pelan-pelan. Misalnya, bikin saja rambu-rambu dengan tulisan; “Mohon Pelan-Pelan, Banyak Anak-Anak” (tidak perlu pakai tanda seru di ujung kalimatnya, karena itu lebih mengesankan galak ketimbang penegasan. Bila kesannya galak, maka tak jauh beda dengan pesan; “Awas, Ada Anjing Galak!”).

Percayalah, kecelakaan hingga menghilangkan nyawa itu sebagian besar terjadi di jalan-jalan besar, bukan di gang sempit atau jalan-jalan kecil yang sunyi. Jadi, tidak perlulah dibikin “polisi tidur” di jalan atau gang mana pun. Daripada bikin “polisi tidur”, lebih baik memperbaiki jalan yang rusak. Bukankah hampir tak ada jalan dan gang yang tak berlubang? Dan “polisi tidur” yang ada segera saja diratakan.[]

Tags:

15 Tanggapan ke ““Polisi Tidur””

  1. Pakacil Berkata

    Polisi tidur di gang dan jalan lingkungan pemukiman dibuat lebih banyak karena warga setempat terganggu oleh perilaku pengendara yang suka ngebut.

    Persoalan ini memang dua arah, dari sisi perilaku pengendara sendiri dan sarana jalan yang ada.

    tapi, polisi ‘tidur’ saja bisa sedemikian merepotkan ya?
    apalagi kalau ‘bangun’
    :(


  2. Polisi tidur ? di Amuntai ada polisi bisu, tuli, tak punya perasaan bahkan berdiri saja siang-malam di tempatnya tanpa mengenal lelah tanpa peduli panas dan hujan.Polisi apakah itu ? Patung !
    Nah , kalau di daerahku perlu juga polisi tidur.Masalahnya, anak remaja sering kebut-kebutan.Apalagi Sabtu sore,itu di muka kantor camat Amuntai Tengah, Sungai Malang (Jalan Tembus) wah, tempat itu dijadikan ajang kebut-kebutan, susah kalau mau lewat sana.
    Pendapatmu benar juga, gundukan tanah ” polisi tidur ” lebih baik difungsikan atau digunakan untuk menutupi jalan yang berlubang-lubang.Sekian.

  3. Guringan Berkata

    “Polisi guringan!” jar Amat.
    “Ayu ja!” polisinya manyahut.

    Buh! Lakas banar mun dibawai guringan polisi ni. Nah! Nitu pang nang ngarannya polisi tidur. Tagal anehnya limbah dibawai guringan tadi, si polisinya makan tahu basanga wan Amat di warung. Umai lah satumatannya guring sakalinya. Babaya satangah manit ja langsung makan tahu.

    Limbah di cari tahu, sakalinnya guringan nang dimaksud Amat tadi tu gorengan. Mauk jua si Amat ni. Gorengan disambat guringan, he he he he.

    Hadang dulu, Mas Sandi! Ui urangnya! handak batakun nah , ada lah yu polisi nang makan guringan di jalan? he he he he…!

  4. syafwan Berkata

    Lain padang lain ilalang. Polisi tidur di Banjarmasin sepertinya akan menjadi polemik yang panjang. Menimbulkan pro dan kontra tentunya. Setelah proyek perbaikan jalan beberapa bulan yang lalu jalan-jalan di Banjarmasin sudah terbebas dari kolam-kolam pemancingan. Hanya saja timbul masalah baru. munculnya bibit pembalap-pembalap liar dirasa perlu untuk segera diperhatikan. Apakah polisi tidur itu merupakan solusi yang tepat. Setahu saya polisi tidur itu hanya ada di pos siaga tiap-tiap ruas jalan, dan tidurnya pun kadang-kadang berteman AC dan televisi.

  5. Teddy Berkata

    jadi bingung.. sebaiknya mana yang harus didahulukan, membasmi polisi tidur atau mendidik pengendara motor supaya lebih beradab..? :(

  6. Co² Berkata

    Selain pengendaranya yang kasihan, “polisinya” juga kasihan banget, tiap hari dilindas² ngga digaji pula. Lama kelamaan bosen juga tuh “polisi”

    belum lagi kalau “polisi tidurnya” pada demo minta digaji, bisa tambah pusing komandannya.

    Tapi komandanya dimana ya, apa lagi tiduran dijalan juga kali ya?

  7. Sabhan Saberi Berkata

    Bagaimanapun polisi tidur (sidur) perlu untuk ketenangan dan keamanan masyarakat. Hanya saja, bentuknya yang perlu dibenahi. Jangan sampai, misalnya terlalu tinggi, sehingga berbahaya bagi wanita hamil, orang sakit, dan pengendara yang kurang konsentrasi. Kalau dihitung-hitung, lebih banyak “baiknya” daripada “buruknya”. Yang pasti, jangan sampai ada “pengendara tidur”; bisa gawat jadinya ….

  8. iaksz Berkata

    polisi tidur bisa bikin bensin borosss ……………

    tapi, kalo ngantuk, polisi tidur bisa bikin kita terjaga, dan

    bisa bikin kita bergaya narsis didepan cewek

    jadi, voting saya untuk pembunuhan polisi tidur adalah 1/2 suara.

    hihihihi …. :D :D :devil: :grin:

  9. sandi Berkata

    yeah…,
    soal polisi tidur, apakah perlu atau tidak, ternyata masih pro dan kontra.

    siapa lagi yang mau kasih pendapat?

  10. andrie callista Berkata

    polisi tidur harus ada, soalnya klu nggak ada polisi tidur para pengendara hanya seliwer-seliweran dengan lajunya. ntar malah terjadi kecelakaan?

  11. randu alamsyah Berkata

    Polisi…tidurn ya aja berbahaya..apalagi jaganya…

  12. Arip Berkata

    Pak, aku ijin minta gambar *hancurkan polisi tidur* ya…

  13. sandi Berkata

    *arip:
    aku juga nyari di internet, dan belum sempat minta izin sama tukang gambarnya, hehee… Silakan.

  14. allay Berkata

    Boss, ilangi warung kami pang…

  15. wira Berkata

    Polisi bener aja sering tidur tp hatinya baik sering mengingatkan org2 yg memerlukan


Tinggalkan Balasan