Hujan Bulan November

hujan kali ini mengingatkan aku
pada basah rambutmu,
tanah yang menguap sehangat pipimu
juga kopi sore hari
senyummu, selalu seperti gerimis ini,
rinai dan kupetik menjadi kembang gula

kucari denting langkahmu pada aspal
yang mengkilap sehabis hujan
itu seperti baru saja terjadi
kaki kecilmu berlari jauh
memecahkan genangan air
di kolam hatiku

pandangi hujan kali ini
dan rasakan deru angin rindu
yang kukirim dari lembah tersunyi
tempat yang dulu pernah kita singgahi

*November, 2008

~ oleh sandi di/pada November 22, 2008.

7 Tanggapan to “Hujan Bulan November”

  1. Lalu dalam telaga yang sesak oleh rindu
    Aku menari bersahut senja. Sebuah prasasti cinta, yang ditempa dari riak dan gempita. Menyesakkan, teggelam dalam melodi-Nya

  2. saya suka membaca biodata anda dan puisinya ada makna yang meninggalkan jejak, jangan tanya kenapa, saya tidak memuji karna saya bukan syiek puji yang menikahi anak di bawah umur menurut undang undang, apalagi memujah bisa musyrik kata ustas

  3. rambutnya isuur pasti, kan tergerai

  4. Jadi inget kenangan minggu lalu, saat hujan di tepian sungai Martapura…

  5. Yup bang, blog pian keren bin top markotop bangetzzz….he

    Emmm…. makasih banyak bang, pian dah berkenan dengan kedatangan kami…. Semoga gak bikin jera abang n temen2 disana yaa….

    Laen kali undang kami lagi ya ke kantor…he

    Siiiippp…!!!

  6. Ehm . . .

    bagi yang sudi tukeran link silakan di

    http://bayusmart.worpress.com

  7. ya ya

Tinggalkan Balasan