Ayah
Seseorang tiba-tiba mengetuk kamar kosku malam-malam. Dia membawa kabar, bahwa ayahku wafat. Tergesa-gesa aku berangkat menggunakan sepeda motor. Tiba di rumah orang tuaku, ibu dan sanak keluargaku terlihat sedih dan seolah-olah tak tahu kehadiranku. Sementara ayah masih bersandar di ranjangnya, wajahnya bersih dan terlihat baik-baik saja. “Kenapa baru datang? Tinggal kamu yang ayah tunggu sejak tadi,” kata ayah pelan, tersenyum. Belum sempat aku menjawab, tiba-tiba seseorang masuk ke kamar dan mengabarkan kepada orang-orang bahwa aku mengalami kecelakaan di perjalanan.[]
Pertemuan
Perempuan yang pernah kupacari sepuluh tahun lalu, kini duduk di hadapanku di sebuah kafe di suatu senja. Rasanya berabad-abad kami tidak pernah bertemu. Dia telah bersuami dan aku beristri. Terlalu banyak cerita yang hendak kubagi, barangkali juga ia. Hingga senja melindap, kami hanya berbagi senyum dan saling tatap. Ketika suami dan anaknya menyeberang jalan menuju kafe, ia pamit. Dari balik kaca, kupandangi mereka bertiga yang tampak bahagia. []
Pelacur
Ketika pelacur itu masuk ke kamar hotelnya, dia masih melupakan istrinya. Ketika pelacur itu mulai membuka baju, ia masih melupakan istrinya. Ketika pelacur itu mulai mencumbunya, ia masih melupakan istrinya. Ketika mereka berdua terbaring kelelahan, baru ia ingat istrinya. Maafkan aku, bisiknya.[]
Surat
Suatu sore, tukang pos menyerahkan sebuah surat yang sangat lusuh kepadaku. Pengirim dan alamatnya sudah tak terbaca, barangkali terkena panas dan hujan. Hanya namaku saja yang samar. Di atas kertas surat itu tertulis: Undangan dari Masa Depan, tahun 2500. Kupikir, pantas saja suratnya begini.[]

Februari 4, 2009 pada 11:51 pm
Cerita ringkas dengan penjelajahan imajinasi yang luas dan keras. Dimana beguru ?
Februari 4, 2009 pada 11:52 pm
wow… cerita mini, singkat, padat, jelas, dan berisi….
heeemmm… nice post…
Februari 5, 2009 pada 12:56 am
DAHSYAT!!! Saya masukkan del.ico.us saya Pak…!
Imajinasi, susunan kata, dan hasilnya bagi pembaca.. luar biasa!
Februari 5, 2009 pada 3:39 am
Ass.
Cerita-cerita mini yang menarik … keren untuk AYAH dan SURAT. Masih adakan … ????
Februari 5, 2009 pada 5:21 am
menarik, wal ai, jauh lebih menarik dari rencana novel ente (hehehe). dijadikan bukukah kena?
khusus cerita pelacur, itu kisah pribadi kah atau dari cerita kawan? hehehe
Februari 5, 2009 pada 8:30 am
Dalem, kokoh, mengejutkan…… mantap
Februari 5, 2009 pada 8:51 am
Hheemmm… *manggut2*
Siapa bilang menjalin kata-kata indah dan menghasilkan karya yang bagus harus dengan bahasa rumit dan topik yang serba berat?
Biarkan imajinasi bermain dan perhatikan apa-apa yang mungkin terkesan sepele di sekitar kita.
Hheemmm… ya ya ya *manggut2 lg*
Februari 5, 2009 pada 2:26 pm
@randu:
terlalu banyak guru untuk aku sebutkan.., barangkali termasuk ente.
@yulian
terima kasih, semoga aku tak seperti balon, hehe…
@manusiasuper
ah, kau fadil, pakai sebut bapak pula..
@HEbenyamine
tenang.., masih ada stok (kayak sembako aja, hehe..)
@hajri
bila cerita mini aja menarik, novelnya pasti jauh lebih menarik, hehee…
untuk kisah pelacur, bagi yang merasa, iya to…hehee..
ente merasakah, wal.. hahaa…
@syafwan
hhmm.. kayak komen di sampul kaset film, hehe…
@taufik
saya pun manggut2 baca komen pian, pak…
Februari 5, 2009 pada 3:21 pm
Yak, bagus semua -khas almarhum Pak Tino Sidin-
Tapi ini benar bagus semua memang
Februari 6, 2009 pada 12:49 am
Walah … gaya baru nich ye. Selamat
Februari 6, 2009 pada 11:17 am
mas minta tanda tangannya, boleh?
Februari 7, 2009 pada 4:22 am
Zaman skrng ini smuanya diperkecil, tak terkcuali cerpen. Heran.
Februari 7, 2009 pada 8:05 am
“novelnya pasti jauh lebih menarik..”
ayo buktikan! minimal postingkanlah (cuplikannya) hehehe
Februari 7, 2009 pada 9:14 am
wowwwwww ruaaarrrrr biasaaa…. mantap.
Februari 7, 2009 pada 9:19 pm
saya menunggu kelanjutan yang novel “surat” aja mas, sambil berharap-harap waktu akan berjalan mundur.
Februari 8, 2009 pada 2:26 pm
@atta
mirip sketsanya pak tino sidin, ya, ta?
@pak ersis
cuma belajar, bos
@agustin
ya, ntar, ya. insya allah kalo jadi, ada rencana ke pangkalanbun, diundang balai bahasa kalteng, ngasih materi penulisan kreatif buat siswa sma.
@hajri:
hehee… maksa.
@bengkyong
.. cerminnya ya, bukan yg lain, kan?
@agustin
cerita “surat” sampai situ aja. selanjutnya, terserah anda…
Februari 9, 2009 pada 12:19 am
ngabsen…
Februari 9, 2009 pada 12:24 am
Posting hanyar pang, wal…
Februari 9, 2009 pada 12:00 pm
tambah berapa halaman lagi, wal, r-novnya?
pokonya jangan kalah lawan cermin ni..
Februari 9, 2009 pada 12:05 pm
e wal, taufik dan EWA besasahan tu (novelnya), ente kada hdk menggas kah?
Februari 11, 2009 pada 10:44 am
kunjungan perdana. dari SMP Nurul Falah Pekanbaru. mohon dikomentar ya
Februari 11, 2009 pada 11:26 am
keren bgt ceritanya… sedikit tapi berisi … salam kenal
Februari 17, 2009 pada 2:54 pm
Keren pak! aku suka Ayah
jadi inget pernah baca buku kumpulan flash fiction terbitan GPU.. Ayo diterbitkan!
Februari 19, 2009 pada 12:14 pm
nah… terbitkan, lo–jar
Februari 19, 2009 pada 12:21 pm
jika komentar2 yang banyak dan antsias ini diterbitkan, bisa jadi kita tidak akan kehilangan 1 halaman sastra bos….turut berduka..
Februari 19, 2009 pada 2:27 pm
@randu
ya,.ya..
@hajri
tenang wal…
@syaiful
ok, pak
@kie2
trims. yeah, lagi berhemat kata2
@farah
ya, nih, lagi nunggu penerbit yang mau nerbitkan, farah
@anto
… argumentasi apapun tak mempan, nto, andaipun mulut sampai berbusa.