
“….Maafkan aku, kawan-kawan…”
(Hari Berkabung Cakrawala, 10 mei 2009)
*…sekumpulan catatan yang barangkali hanya omong kosong…*
SAYA masih berpikir, mengapa saya harus mengenalkan diri? Apakah dengan menyebutkan nama saya Sandi Firly lantas Anda merasa telah mengenal saya? atau dengan menyebutkan hobi saya membaca dan menulis, lalu Anda berpikir itu pilihan yang bagus? atau dengan menyebut tempat tinggal saya di Bandung (sejak awal Agustus 2009 -- sebelumnya Banjarbaru, Kalsel), itu bisa membuat Anda mengunjungi saya bila mampir di sini? atau dengan mengatakan bahwa saya ingin sekali mengitari jagad ini, itu bisa membuat Anda berbaik hati mengajak saya bila ke luar negeri — meski saya memang pernah terdampar di negeri cina–?
“….Maafkan aku, kawan-kawan…”
(Hari Berkabung Cakrawala, 10 mei 2009)
Entri ini dituliskan pada
Mei 9, 2009 pada 6:41 pm dan disimpan dalam Esai.
Mei 9, 2009 pada 6:54 pm
Mei 10, 2009 pada 3:26 am
baiklah ente kumaafkan, tapi jangan diulangi lagi lah…
Mei 10, 2009 pada 6:44 am
ada jua yg betakun ke aku, wal ai. kujawab ai seadanya. ya, kita kehilangan selembar halaman yang sangat berarti.
jar nailiya, “kita demo!”
Mei 10, 2009 pada 10:39 am
waw
Mei 10, 2009 pada 11:32 am
Assalamu’alaikum w.w.
Kunjungan malam wahai sobatku.
Salam buat rekan-rekan sekalian yang dirahmati-Nya
Maaf? Maaf? Ah, sebuah kesalahan kah? Atau apa pula namanya? Tak taulah awak. Namun, satu hal yang awak mengerti, ini adalah ujian wahai tuan dan puan. Tiadalah kita patut marah atau kecewa hanya karenanya. Ibarat hari hujan, tak dapatlah pula kita salahkan Tuhan karena menciptakan ujian itu.
Ya, mungkin hanya tiada sokongan dari pihak di luar Radar, sebut saja instansi pemerintah. Tengok sajalah sekeliling kita selain Radar Bjm. Ah, sekali lagi ini tiada menjadi alasan bagi kita untuk marah, kecewa, apalagi demo. Demo kepada siapa wahai Saudaraku? Ya, mungkin hanya kepada diri kita masing-masing yang gemar berbuat zalim. Semoga pihak pemerintah dan sejenisnya juga berdemo kepada diri mereka masing-masing.
Ingatlah pula, bahwa kita harus yakin bahwa semuanya pasti ada hikmahnya. Tuhan tiada menciptakan sesuatu pun tanpa kebergunaan. Semuanya pasti diciptakan-Nya untuk kebaikan kita.
Salam hangat dariku
Mei 10, 2009 pada 11:42 am
bukan pertamax…
keren postingannya bro,, saya tak dapat berkomentar apa2,,,
Mei 10, 2009 pada 1:30 pm
kd paham nah bang,,, jelaskan punk!
Mei 10, 2009 pada 1:44 pm
hmmm…banyak godaan , sabar ya….kang
Mei 10, 2009 pada 4:37 pm
cakrawala ternoda? Halamannya hilang? Fyuh…. untung blog ini masih ada
Mei 11, 2009 pada 5:26 am
Ass.
Yang membaca halaman cakrawala bukan hanya sastrawan … 10 Mei 2009 berkabung bagi semua pembaca.
Mei 11, 2009 pada 12:08 pm
Bagaimana kalau buat petisi buat bos radar bos? Jadi hasilnya bisa dilihat, halaman itu memang pantas digusur atau tidak?
Mei 11, 2009 pada 12:08 pm
Bagaimana kalau buat petisi buat bos radar bang? Jadi hasilnya bisa dilihat, halaman itu memang pantas digusur atau tidak?
Mei 11, 2009 pada 1:44 pm
# Terima kasih buat seluruh kawan-kawan yang bersimpatik.
#He Benyamine:
Saya percaya bahwa pembaca cakrawala bukan hanya sastrawan saja…
#petisi macam apa mansup?
Mei 15, 2009 pada 6:36 am
Petis iwak…
Mei 15, 2009 pada 7:38 am
Smoga memicu para pengukir karya utk smakin kreatif dan mandiri…
Juni 3, 2009 pada 1:40 am
Turut berkabung
Kreativitas itu tanpa batas bro…!!! Remember that… Don`t Forget!!!
Yang penting, kalian sudah merekamnya dalam sebuah tulisan. Kelak, jika kita baca lagi Cakrawala itu, kita akan terkenang oleh banyak hal. Sekian??!!??