di puncak bogor…

puncak

memandang dari ketinggian puncak Bogor di Masjid Atta’Awwun; bukit-bukit berjajar menjulang berselimut kabut, di bawah semuanya tampak kecil, dan oh, betapa langit terasa begitu dekat, begitu dekat…

sebelumnya, selama perjalanan pulang dari Bogor ke Bandung lewat jalur puncak (saat berangkat ke Bogor pada Kamis (20/8) itu kami lewat jalan tol cipularang), papan-papan bertuliskan villa berderet sepanjang jalan nyaris hanya berjarak 50 meter. Kebanyakan villa-villa  itu menjorok ke arah dalam, baik ke tebing maupun ke atas. Tentu saja setiap villa itu menawarkan view yang menarik; pemandangan lembah, perkebunan teh yang begitu luas, serta puncak-puncak yang berjajar tinggi rendah. Namun, sebagian orang juga menghubungkan villa ini dengan layanan perempuannya. Dan seketika saja saya teringat dengan seorang teman (tak elok pasti bila saya menuliskan namanya di sini…)

memandang dari ketinggian puncak Bogor di Masjid Atta’Awwun; bukit-bukit berjajar menjulang berselimut kabut, di bawah semuanya tampak kecil, dan oh, betapa langit terasa begitu dekat, begitu dekat…

Alhamdulillah, saat berada di puncak di Masjid Atta’Awwun, waktu memasuki salat Ashar. Brrrr… betapa dinginnya kala air di kran masjid membasuh tangan. Makmum, yang sebagian besar adalah pelancong, cukup banyak mengisi shaf, sekira lima baris. Barangkali, ketinggian puncak mengingatkan diri kepada sang pencipta — bukankah kala kita berdoa menadahkan tangan, dan nabi pun mi’raz ke langit ke tujuh…, puncak semesta…

memandang dari ketinggian puncak Bogor di Masjid Atta’Awwun; bukit-bukit berjajar menjulang berselimut kabut, di bawah semuanya tampak kecil, dan oh, betapa langit terasa begitu dekat, begitu dekat…

di puncak, aku mengingatmu penuh seluruh…

Explore posts in the same categories: Perjalanan

17 Comments on “di puncak bogor…”

  1. manusiahero Says:

    ehh… wah pengen nih.. semoga saja tour jadi keliling jawa.. dan bisa mampir disana.. :D

  2. ManusiaSuper Says:

    Selamat menikmati langit…

  3. sandyagustin Says:

    wah sudah d bandung lagi kah?

  4. hajriansyah Says:

    hehehe… teman!
    berarti dari banjar semalam kada langsung ke bandunglah. yu ja, selamat bekerja! selamat berpuasa! (ingat teman, mun puasa.)

  5. sandi Says:

    #manusiahero: mampir di sana, maksudnya villa? hehe… :)

    #manusiasuper: menikmati langit, menikmati semesta, betapa tak kuasanya kita…

    #sandyagustin: ya, hidup mesti dilanjutkan…

    #hajri: langsung ke bandung, teman. kebetulan ada rapat di bogor. pasti ente tertarik ya..? hehee.. :)

  6. nia Says:

    betapa damainya sholat di mesjid puncak itu yaa bang ..

  7. yulian Says:

    Heeemm… bisa saya bayangkan , suatu pemandangn yang indah dan sejuk di mata..

  8. syafwan Says:

    Wah Puncak……… Lun handak kesana dengan satu syarat. Pian Cuti……

  9. aap Says:

    Memang indah disana…! Pemandangan enak dilihat dan tentu sejuk..!

  10. Rizal Says:

    Jawa Barat memang asyik2 pemandangannya euy … awewe na meni geulis2 pisan nya .. te ngabosenkeun cicing didinya …

  11. sandi Says:

    #nia: ya, nia, serasa lebih dekat…

    #yulian: untung puncak-puncak bogor tak mengandung batubara, kalo tidak jadi seperti di banua kita kalsel… :)

    #syafwan: kapan ya cuti…? :)

    #aap: sejuk di mata, sejuk di hati.. hehe..

    #Rizal: nah, kayaknya kawan kita ini urang sunda…

  12. Domba Garut! Says:

    Postingan yang satu ini mengingatkan bahwa sudah saatnya untuk mudik… :D

    Memang ibadah, dimanapun berada adalah pelita kalbu.. selamat menjalankan ibadah ramadhan, salam hangat dari afrika barat!

  13. uwa Says:

    itu dekat rumah saya bos…kapan2, turun dari puncak langsung mampir ke my paradise ya…heheh

  14. Rian Says:

    weks.. mantap… dulu pernah kesana sekali, tetapi cuman outbound, dan gak bebas


  15. puncak2 itu sudah terjamah … namun masih terasa tetap dingin.

    Setinggi apapun dapat digapai, langit tetaplah jarak yang tampak terlihat seakan tidak pernah mau mendekat.

  16. QZ Says:

    Taklukkan puncak dan gapai langit (QZ)


Comment: