Nenek dan Daun Gugur
… Sahibul hikayat, ada seorang nenek yang kerjanya setiap menjelang magrib memunguti daun-daun sawo yang gugur di halaman musala dekat rumahnya. Bertahun-tahun sudah ia melakukannya. Sampai kemudian, seorang pemuda alim menjadi tetangganya. Demi melihat seorang nenek memungut daun-daun menjelang magrib, pemuda alim merasa tak tega dan membersihkan daun-daun itu sebelum sang nenek [...]
Archive for the 'cerita mini' Category
Cermin #5
Mei 24, 2009cermin #4
Mei 4, 2009Pembunuhan
Kejadiannya begitu cepat. Setelah menghunjamkan pisaunya, lelaki itu berlari menerabas gelapnya lorong pasar. Sampai di gang kecil ujung pasar, diketuknya sebuah rumah dengan tergesa-gesa. Ketika pintu sedikit terbuka, “Aku telah membunuhnya,” ucap lelaki itu dengan sedikit gemetar. “Bagus. Tenang, sekarang cuci dulu pakaian dan tubuhmu yang penuh darah,” suara perempuan menyahut. Ketika pintu dibuka lebar, [...]
cermin #3
Februari 20, 2009Tukang Gigi
“Minggu depan datang lagi, ha,” ucap tukang gigi Ncek Ceng Ho kepadanya usai memasangkan satu gigi palsu. Seminggu kemudian ia datang. Tapi tempat praktik merangkap rumah kakek 65 tahun di kawasan pasar itu begitu ramai. “Kakek baru saja meninggal pagi tadi,” ucap seorang pria, cucu Ncek. Ia pun tertunduk, lalu menangis. Cucu Ncek mengucapkan [...]
cermin (2)
Februari 9, 2009Danau di Matamu
Kamu telah berdiri di hadapanku, lima tahun sudah sejak kamu meninggalkanku pada suatu malam kala kamu dapati aku mencumbu seorang perempuan di kamar hotel. Kamu tampak berubah, hanya kedua matamu tak benar-benar berubah, aku masih bisa melihat danau tenang itu. Tapi aku juga seperti melihat lingkaran-lingkaran air di sana. Siapakah yang melemparkan batu? [...]
cerita-cerita mini
Februari 4, 2009Ayah
Seseorang tiba-tiba mengetuk kamar kosku malam-malam. Dia membawa kabar, bahwa ayahku wafat. Tergesa-gesa aku berangkat menggunakan sepeda motor. Tiba di rumah orang tuaku, ibu dan sanak keluargaku terlihat sedih dan seolah-olah tak tahu kehadiranku. Sementara ayah masih bersandar di ranjangnya, wajahnya bersih dan terlihat baik-baik saja. “Kenapa baru datang? Tinggal kamu yang ayah tunggu sejak [...]

Kata Mereka