PADA sisa seperempat malam itu ia terbangun. Ditengoknya istrinya yang tertidur membelakanginya. Suara ngorok istrinya seperti peluit kapal di malam tanpa angin dan gelombang. Disibaknya selimut, diraihnya jaket yang tergantung di dinding pintu kamar, dan sebuah senter di atas meja. Dia bertekad tetap ke luar rumah menuju pekuburan di belakang surau, sekitar 500 meter dari [...]
Archive for the 'cerpen' Category
Ziarah
Januari 20, 2009Kematian yang Terlalu Pagi
Agustus 16, 2008(ini cerpen saya yang terdapat dalam kumpulan cerpen Perempuan yang Memburu Hujan, juga terdapat dalam Jurnal Cerpen Indonesia edisi 07)
BERSAMA harum kamboja, tiba-tiba saja cahaya berebutan menerobos kamar dari jendela. Udara berpusing, teraduk-aduk, kertas-kertas berterbangan, buku-buku berbukaan bersicepat membolak-balik lembar halamannya sendiri di tengah lesatan bilah-bilah cahaya yang menyakitkan mata. Kamar pun banjir cahaya, menggigilkanku dalam [...]
Lelaki dan Pelacur
Juli 20, 2008(Ini cerpen lama, yang saya tulis tahun 1998. Yeah, sekadar iseng, saya coba tampilkan di sini. Barangkali ada yang baca… )
BEGITULAH. Abidin seolah-olah baru tersadar. Dan mendapatkan dirinya sudah berada di sebuah lokalisasi, dalam kamar bersama seorang pelacur. Ketika pelacur itu hendak melucuti pakaiannya sendiri, kontan Abidin tersentak. Kaget.
“Tunggu…tunggu. Apa-apaan ini,” katanya bingung.
“Lho, bukankah mas [...]
Senja Kuning Sungai Martapura
Maret 6, 2008 Bamula angin manyapu banyu/ maniup di batang banyu/ maantar alang tarabang/ handak bulik ka sarangnya
(Bermula angin menyapu air
meniup di batang air
mengantar elang terbang
hendak pulang ke sarangnya)
Senja kuning luruh. Kuning, sewarna kuning kunyit. Seperti biasa kau duduk di situ, di batang banyu rumah lantingmu1, dengan rambut panjang tergerai masai, kaki tercelup sungai. Matamu berkabut air mata, [...]

Kata Mereka