Menu Hari Ini: Puisi
di sebuah restoran
satu meja dua kursi
terhidang sepotong puisi
seperti makan pizza
kau perlu sedikit perjuangan
memotongmotong dengan
pisau tumpulmu agar
tak sampai berdarah
sebelum akhirnya puisi itu
kau kunyah resah
sialan! selalu saja
kau muntah
Juni 2005
Membaca Jarak
negeri manakah tujuanmu?
aku tak punya alamat
di layar tv pesawat
kubaca jarak
maut dan aku
hanya setombak
antara Jkt-Hk 2004
Nanjing Road
mengukur jarak
antara rindu dan sunyi
pada lampu-lampu neon
yang tak bisa kuterjemahkan
warna dan hurufnya
hanya
angin dan dingin
kudekap tubuhku berkakukaku
Sepoci Teh Amoi
angin berputar
dalam teh pociku
hangatkan aku, amoi
di luar begitu dingin
merah gaun
mendesir darah
tirah, tirah
aku hilang arah
negerimu kabut
yang mengelambui bulan
jangan kau pandang, bisikmu
wajahmu porselen
licin dan lesi
angin berputar
dalam teh pociku
di luar
pohonpohon putih beku
China – 2004

