Arsip untuk 'Uncategorized'Kategori

Sastrawan Rifani Djamhari Wafat

Juni 19, 2009

Sastrawan Rifani Djamhari Wafat
Lelaki Sederhana Itu Telah Pergi

Di ujung deadline kerja saya pukul 01.30 (Sabtu dinihari, 20/6/2009), HP saya berbunyi mengabarkan sebuah sms masuk (setiap sms ataupun telepon di saat jam begini, selalu mengundang rasa was-was akan kabar tidak menyenangkan). SMS itu dari Abdurrahman El Husaini, penyair asal Martapura. Dan benar, isinya adalah yang saya takutkan sejak beberapa hari ini:

Berita duka, innalillahi wa innailaihirojiun,
telah berpulang kawan kita Rifani Djamhari
(hari Sabtu pukul 01 lebih) di rumah duka
Gatot Subroto Gang Kuini 5, (Banjarmasin).
tolong kabari yang lain.

: dalam kurung itu tambahan dari Abdussyukur, aktor teater Banjarmasin, yang SMS-nya menyusul masuk ke HP saya kemudian.

Saya termangu membaca kabar duka itu. Terselip rasa penyesalan di hati saya, karena tidak sempat menjenguk beliau ketika masih dirawat di RS Ulin sejak Selasa (16/6). Padahal, pagi-pagi sekali hari itu saya diberi kabar. Namun, karena hari itu saya harus berangkat ke Sampit, saya tidak sempat menjenguk beliau. Begitu pula ketika pulangnya, Kamis (18/6).

Ketika saya, Hajri, Harie, dan Raudal kumpul di rumah saya di Landasan Ulin, Banjarbaru, sore Jumat (19/6) menjelang kepulangan Raudal ke Jogja sore itu, saya dan Harie berencana hari Minggu (21/6) akan menjenguk sama-sama ke Banjarmasin. Sore itu pula, saya sempat menelpon istri almarhum, menanyakan kabar beliau, serta mohon maaf tak sempat menjenguk. Istri beliau juga menceritakan tentang mula pembekuan darah di kepala setelah jatuh di wc rumah, yang lantas dioperasi. Saya pun lalu meminta izin untuk mengumuman penggalangan dana yang rencananya akan saya terbitkan di hari Minggu halaman sastra cakrawala.

(Alm) Rifani Djamhari yang saya kenal adalah lelaki sederhana lembut, tenang, dan ramah. Seperti puisi-puisi beliau, yang juga meski terasa sederhana, lembut, namun mampu menghadirkan imaji yang dalam. Terakhir saya berjumpa beliau, di rumah beliau di Banjarbaru usai salat magrib sekitar dua minggu yang lalu.

Itu pula yang dikatakan Raudal Tanjung Banua (yang telah tiba di Jogja), ketika membalas SMS duka dari saya di ujung deadline itu.

: Innalillahi wa innailaihirojiun,
ikut berduka cita dengan rasa kehilangan
yang sedalam-dalamnya. Beliau sahabat yang baik,
tenang, pendiam, tapi penuh perhatian.
Dilapangkan jalan ke haribaan-Nya,
dan diikhlaskan hati semua keluarga. Amin.

Di saat menuliskan ini setelah deadline berakhir, saya berjanji besok siang (Sabtu, 20/6) saya akan ke rumah duka…

——

Puisi Sederhana untuk Lelaki Sederhana

berbaju putih dengan sekembang senyum
kita nikmati teh buatan istrimu usai magrib itu
manis, manis
itukah isyarat sebelum maut mengecupmu?

Surat Terbuka untuk Sastrawan Kalsel

Mei 10, 2009

Kepada semuanya…

Postingan “Untuk Sastrawan Kalsel” (di bawah) mungkin membingungkan bagi sebagian kawan-kawan. Tapi bila Anda pembaca setia Cakrawala (sastra dan budaya) Radar Banjarmasin pada hari Minggu, maka Anda akan mengerti.

Pada hari Minggu ini (10 Mei 2009), cukup banyak kawan sastrawan berkirim SMS mempertanyakan: “Mengapa? Mengapa?”. Setiap mendapat pertanyaan itu, saya hanya termangu (dalam waktu cukup lama) menatap layar hp– bagaimanakah saya harus menjawabnya? Bagaimanakah saya harus menjelaskannya? Maka, maafkanlah bila akhirnya SMS kawan-kawan itu tidak bisa saya jawab. Saya merasa terharu, terharu…

Sungguh, saya sedang berduka, saya seperti telah kehilangan “anak kandung”  yang dengan segala daya saya tumbuhkan dan saya didik selama hampir 9 tahun. Upaya keras saya untuk menyelamatkannya juga sia-sia, meski saya telah berusaha menjadi seseorang yang keras kepala… Karenanya, maafkanlah saya…

Saya bukan sedang sentimentil, kawan, tapi ini benar sebuah kehilangan. Sungguh…

Salam

Salju dan Idul Adha

Desember 6, 2008

Berhubung musim salju, tampilan blog saya ubah agar guguran butiran salju bisa terlihat. Setelah musim salju berlalu, blog saya akan kembali ke tampilan favorite saya semula.  Semoga pembaca senang dengan tampilan baru nan sementara ini….

Dan Idul Adha 10 Zulhijah 1429 H pun telah tiba. Izinkan saya memohon ampun maaf handaitolan semua, bila kiranya dalam pergaulan dan ucapan ada salah yang menyinggung perasaan.

saya tunggu UNDANGAN barbeque kambing

 

tabik (menunduk, tangan kiri ke dada, tangan kanan terbuka)

Kunjungan FKIP-Sejarah Unlam

November 24, 2008

kunjungan-khairil_dscf3504-11

Yeah…, lagi ingin nampangin gambar manusia aja – meski sebelumnya juga tidak pernah nampangin gambar hewan.

Nah, kebetulan, Senin (24/11) ada segerombolan (salahkah disebut begitu?) mahasiswa FKIP-Sejarah Unlam berkunjung ke kantor saya di Banjarmasin. Jumlahnya lumayan banyak, 52 mahasiswa, terdiri laki dan perempuan, plus satu dosen yang lumayan terkenal. Teman kerja saya (khairil) lantas jeprat-jepret. Kebetulan sekali, jadi saya tampilin aja satu di sini. Yeah, setidaknya mereka (mahasiswa-masiswi) itu bisa nampang di blog saya. Baca entri selengkapnya »

Desember 6, 2007

 

Dari kiri; Katrin Bandel, Sandi Firly, Harie Insani Putra dan putrinya Aqila Gendhis Mazaya, Raudal Tanjung Banua, dan Arsyad Indradi di ruMahcerita, usai acara Kongres Cerpen Indonesia (KCI) V di Banjarmasin, 26-28 Oktober 2007