puisi-puisi

Sajak Gagal 
kata kata yang kupetik di pohon pohon kehidupan
kini terkumpul dalam tangkup kedua tanganku.
di atas selembar kertas putih, kata kata itu kuserakkan
agar mereka bait membait membentuk sajak sendiri. 
astaga! mereka melarikan diri lagi 
(26 agustus 2004)
——————–
  
Orang Gila 
kaulah pengembara sejati
sang pejalan yang lupa jalan pulang 
(26 agustus 2004)  
——————————
Sisa Usiamu Beku (Orang Gila II) 
kita selalu bertemu di jalan panjang berdebu itu,
mengukur jarak tanpa senyum,
matamu hilang ditelan bayang bayang senja.
aku menyapamu dalam gumam yang getas,
sebelum akhirnya kita berpisah selewat waktu 
angin tak pernah sama dalam gumpalan cuaca,
gerimis panas menjadi ruang dalam wajahmu.
jalan panjang itu menjadi titik mata kita.
aku menuju pulang, sementara kau terus berjalan menyusuri jalan hingga ke lorong hatimu yang tak pernah putus 
kau tak berkabar
suka dan airmata tamat sudah
sisa usiamu beku dalam ayunan angin yang ngilu. tapi
kutau kau akan terus berjalan di jalan itu, menyusuri
lorong hatimu sendiri, di mana sekarang
kau sedang tersesat 
(26 agustus 04)   
——————————— 
Tentang Aku dan Sajak 
semalam,
aku bercakap cakap dengan gerimis
tentang aku ingin menggores kata kata
tentang kata kata ingin menggores sajak
tentang sajak ingin menggores aku 
kadang aku mencoret kata kata
kadang kata kata mencoret sajak
kadang sajak mencoret aku 
semalam,
aku bercakap cakap dengan gerimis
bisakah aku berumah dalam kata kata? 
(26 Agustus 04)
Iklan

6 pemikiran pada “puisi-puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s