puisi-puisi

Menu Hari Ini: Puisi

di sebuah restoran
satu meja dua kursi
terhidang sepotong puisi

seperti makan pizza
kau perlu sedikit perjuangan
memotongmotong dengan
pisau tumpulmu agar
tak sampai berdarah
sebelum akhirnya puisi itu
kau kunyah resah

sialan! selalu saja
kau muntah

    Juni 2005

Membaca Jarak

negeri manakah tujuanmu?
aku tak punya alamat

 di layar tv pesawat
 kubaca jarak
 maut dan aku
 hanya setombak 

  antara Jkt-Hk 2004
Nanjing Road

mengukur jarak
antara rindu dan sunyi
pada lampu-lampu neon
yang tak bisa kuterjemahkan
warna dan hurufnya

hanya
angin dan dingin
kudekap tubuhku berkakukaku

Sepoci Teh Amoi

angin berputar
dalam teh pociku
hangatkan aku, amoi
di luar begitu dingin

merah gaun
mendesir darah
tirah, tirah
aku hilang arah

negerimu kabut
yang mengelambui bulan
jangan kau pandang, bisikmu
wajahmu porselen
licin dan lesi

angin berputar
dalam teh pociku
di luar
pohonpohon putih beku

   China – 2004

Iklan

14 pemikiran pada “puisi-puisi

  1. to balisugar: aku juga selalu membaca puisimu, teman.

    to anto widyan: dunia tanpa cerita, hampa.

    to pink: aku suka kamu, hahaha…

    to danummurik: wah, belum pernah baca tuh…

    to diarypuan: aku juga kadang berpikir, apa iya puisi yang kutulis itu puisi?

  2. Love Poem, adalah kumpulan puisi Cinta dari berbagai negara Dunia (Jepang, Cina, Iran, Yunani, dll) yang diseleksi dan diterjemahkan Prof. Sapardi. Kayanya pasarannya untuk anak muda yang kasmaran, karena bisa dilihat dari desain covernya.

  3. komen buat buku barumu :
    “sep ! itu artinya saya bilang sama bos saya…”Pak, nih ada yang nawarin jual buku kumpulan fiksi”.
    lanjutannya :
    >Sapa yang nulis ?
    “Itu pak, Sandi Redaktur Radar Banjarmasin”
    >Oh ya..boleh-boleh, berapa harganya ?
    “Nah, itu dia pak, Sandinya gak ngomong”

    Sandi..ente jualan buku kok gak ngasih tau berapa harganya ? malu ? isin ? supan ? oh no ?! bilang aja, cepetan ! biar kampus saya bisa beli dan saya bisa numpang baca gratis (akhirnya…) !!!!

  4. Radar Banjarmasinnya sudah diterima, ulasan Tamiang Layang menarik, 6 Mei 2008 mungkin bedah cerpen Anda di Universitas Palangkaraya, baru 13–14 Mei 2008 penulisan kreatif di Buntok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s