Hujan Bulan November

hujan kali ini mengingatkan aku
pada basah rambutmu,
tanah yang menguap sehangat pipimu
juga kopi sore hari
senyummu, selalu seperti gerimis ini,
rinai dan kupetik menjadi kembang gula

kucari denting langkahmu pada aspal
yang mengkilap sehabis hujan
itu seperti baru saja terjadi
kaki kecilmu berlari jauh
memecahkan genangan air
di kolam hatiku

pandangi hujan kali ini
dan rasakan deru angin rindu
yang kukirim dari lembah tersunyi
tempat yang dulu pernah kita singgahi

*November, 2008

Iklan

8 pemikiran pada “Hujan Bulan November

  1. Lalu dalam telaga yang sesak oleh rindu
    Aku menari bersahut senja. Sebuah prasasti cinta, yang ditempa dari riak dan gempita. Menyesakkan, teggelam dalam melodi-Nya

  2. saya suka membaca biodata anda dan puisinya ada makna yang meninggalkan jejak, jangan tanya kenapa, saya tidak memuji karna saya bukan syiek puji yang menikahi anak di bawah umur menurut undang undang, apalagi memujah bisa musyrik kata ustas

  3. Yup bang, blog pian keren bin top markotop bangetzzz….he

    Emmm…. makasih banyak bang, pian dah berkenan dengan kedatangan kami…. Semoga gak bikin jera abang n temen2 disana yaa….

    Laen kali undang kami lagi ya ke kantor…he

    Siiiippp…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s