Aceh (2)

yuni-aceh1…26 Desember empat tahun lalu, gelombang tsunami menggulung aceh. lima hari setelah kejadian mahadahsyat itu, saya berangkat ke sana untuk tugas kantor. Banyak yang bisa dicatat dari peristiwa itu — namun kali ini saya hanya (ingin) menampilkan sebuah puisi, dan potret seorang perempuan aceh. Bukankah kita tak selalu harus mengenang kegetiran? senyum manis ini kiranya berhak juga untuk tak dilupakan…

Nun

hanya angin
pasasir sebagai aku
desir ngilu
bersiut di sela mayat
dan sampah badai
sudah

:nun
nuh di pucuk gelombang
khidir berselancar di buih
bertemu di muara hatiku
perih

:nun
airmata yang tak sudahsudah
basah
Aceh, Feb 2005

Iklan

8 pemikiran pada “Aceh (2)

  1. Maka katakan pada Nun; goresan itu luka hati. Perih itu duniawi. Kajian kembali ke fitri, suci, wangi.
    ***
    Agh…getir ini kembali merajam. Aku berharap aku disana. Berdiri menentang kodrat. Berdiri di pantai pekat. Agh… Andai itu aku. Andai semua terbelok waktu.

    ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s