Palestina

logo-palestina2
Melihat Palestina kini,
Apa yang bisa kau katakan,
Saudaraku?

Iklan

29 pemikiran pada “Palestina

  1. Terkadang pemberitaan media massa berat sebelah. Nampaknya hanya kemenangan Israel yang di ekspos besar-besaran. Seolah pihak Palestina kalah perang dan putus asa.

    Tapi lihatlah kondisi sebenarnya. Lihat di http://www.infopalestina.com. Ternyata Hamas memberikan perlawanan yang keras dan gigih. Sudah banyak tentara Israel yang ditewaskan dan di tawan.

  2. Palestina adalah Luka sunyi dari parade sejarah gelap Ummat Manusia. Telah sampai juga ramalan Malaikat Bahwa kita akan saling menumpahkan darah. Kita akan saling perang. Saling membunuh.
    Suku bangsa yang kuat akan memunahkan bangsa yang lemah. Sesungguhnya Dunia adalah rimba besar dimana kita sia – sia berteriak tentang keadilan dan kesaan hak.
    Di kesemuanya, mungkin kita akan saling merasa kehilangan. Saling merindukan.
    Untuk Putra – Putra Baitul Maqdis, Angkat Senjatamu. Buktikan Bahwa memang kalian lah yang diisyaratkan Allah Dalam Kitab sucinya, sebagai Koumun Jabbarun, Bangsa Yang perkasa.
    Tetaplah Pada Jalan itu !

  3. Hentikan PERANG….!!, jangan ada lagi korban berjatuhan. Ini bukan soal menang atau kalah… Tapi tentang banyak nyawa yang tidak bersalah yang akan melayang.

  4. Saya mempertanyakan kredibilitas PBB? Apa itu mewalkili bangsa-bangsa atau Bangsat-Bangsat. Kabar terakhir yang sayup-sayup terdengar Israel memblokade bantuan perang masuk ke Palestina. Mereka mau dibunuh pelan-pelan.

  5. Assalamu’alaikum w.w.

    Kaifa haluk ya akhi?

    Lama kita tiada bersua walau dalam untaian seribu kata dalam bingkai monitor kecil penuh makna. Kini hatiku miris semiris-mirisnya memandang saudara-saudara kita sedang meronta dalam sakit dan kelaparan di tanah Gaza. Mereka benar-benar membuat degub jantungku berdetak kencang seirng lantunan tembang-tembang kesedihan beraroma mesiu. Lidahku kelu untuk sekadar mengucapkan kata “Zionis”, “Israel”, atau “Yahudi” yang sungguh tiada sayang terhadap sesama pengandung merahnya darah. Pikiranku berdecak kagum menyaksikan indahnya tautan kasih sayang para muslim di tanah-tanah lain yang membahana di lorong-lorong belantara kota dan desa.

    Wahai Saudaraku, semoga Dikau juga merasakan apa yang kurasakan kini. Hingga kita dalam satu langkah menuju keridhaan-Nya. ‘Tuk meraih bunga-bunga bahagia dalam indahnya nuansa keislaman yang penuh kedamaian.

    Sekian suratku untukmu, wahai Saudaraku dari tanah Kuala Pembuang. Semoga kita selalu dalam ikatan persaudaraan yang suci di bawah naungan-Nya, amin.

    Wassalamu’alaikum w.w.

  6. Diantara penjelajahan mimpi sang serakah, terdapat tebing cadas, tajam, berbisa. Takkan mudah yang dianggap lemah itu menyerah, meski terlihat tak berdaya tapi jiwa bergejolak dan meradang,menyerang musuhnya.Ketika hati merasa di dunia ini indahnya kedamaian ternoda, semerta pula nafsu mencemooh mereka yang mencipta prahara.. Tak cukup kiranya darah dan air mata, tapi para penguasa dunia tetap terlena dibuai skenario bertabir propaganda dan perdamaian semu laksana siluet fajar yang lekas berganti seiring mentari yang berkejaran bersama awan. Aku Pengangguran Menulis Mimpi tak pantas berujar, namun kenyataanya Damai adalah hak seluruh umat manusia.. Tuhan akan memberi jalan untuk yang teraniaya dan kezaliman adalah petaka bagi penebarnya.. Waktu akan menyingkapkan realitanya

  7. Setuju bang randualamsyah…Keep Fight Hammas…Allah bersamamu….!
    Nice blog..mampir ke gubug reyot saya yoo..!

  8. Dalam Alquran sudah difirmankan oleh Allah bahwa orang Yahudi/Israil tidak akan rida dengan keberadaan umat Islam di dunia ini sehingga umat Islam itu mengikuti mereka. Jadi, Palestina itu tidak akan pernah damai selama Israil itu ada. Seribu perjanjian yang dibuat tetap dilanggar Israil.
    Ada satu cara supaya Palestina itu damai yaitu penduduk Palestina itu diungsikan ke Banjarmasin dan jadikan penduduk Banjar. He…he… bercanda.

  9. anak² penerus masa depan jadi korban tak berdosa .. para wanita yang mestinya dilindungi juga ikut jadi korban kekejaman agresi Israel ..
    dimanakan kedamaian untuk Palestina???????

  10. Kak Sandi amat cakep lho, tapi Denaya kan masih kelas 2 SMP, jadi boleh mikirin yang macem-macem ya kak.

    Kalao kak sandi pengin tahu matematika sering-sering visit ke alamat ini http://ariaturns.wordpress.com, di sana papa Rohedi biasa ngeramein diskusi mereka.

    Salam kenal pula ya kak. Maaf Denaya pakei alamat websitenya papa Rohedi, ya sambil promosi untuk di LINK.

  11. Palestina : wilayah arab berstatus tanah kharajiyah (rampasan perang) yang kemudian menjadi hak milik Khilafah Islamiyah. Yahudi bani Israel menganggap Al-Aqsa adalah tanah yang dijanjikan sebagaimana jar Theodore Hertz penggagas Judenstaat (Negara YAhudi). Awalnya, Hertz ingin membeli tanah itu dari Khalifah Abdul Hamid II tapi bliau gak mengijinkan. Bani Israel gitu loh, bangsa penipu,pembangkang, pembunuh para nabinya sendiri en jelas** udah laknatullah alaihi. Tapi berhubung kekhilafahan Utsmani udah jadi the sick man, Mahkamah Agung yang jadi antek Inggris memecat abdul Hamid II. Yahudi pun bebas melenggang dan merampas tanah PAlestina dari para penduduk asli. Agresi dimulai tahun 1948 hingga sekarang. So, nunggu apa lagi ?! Jihad yuk di bawah naungan khilafah. Ayo tegakkan khilafah kembali. Yakin deh khilafah tegak kekuatan Islam kembali sempurna dan menjadi penyelamat dunia. Islam rahmatan lil’alamin. Takbiiiirrr !!! ALLAHU AKBAR !!

  12. Assalamualaikum Wr. Wbr.

    Sebetulnya israel itu tidaklah kuat, asal umat islam di timur tengah itu bersatu. apasih hebatnya israel itu wilayahnya hanya sebesar itu mungkin luas lagi pulau Bali. tetapi karena umat islam tidak bersatu ya mereka itu kuat. apa kata sahabat kita Dudammurik. kalau saja israel itu dekat dengan kita ya kita kirim saja kabut asap ilegal login. mudah-mudahan ini menjadi renungan bagi Pimpinan negara islam khususnya yang ada di timur tengah. kalua israel itu ya sudah digariskan sebagai Bangsa Dajal kita tidak heran. malahan saya heran dengan nasib umat kita yang tidak digariskan sebangai umat yang sesat malahan kita tidak kompak. o iya maaf saya terlalu jauh…. mudah-mudahan ini menjadi renungan

  13. SANG PERAYU

    Di mana ada perang, di sana ada kemuliaan
    Ada tangan-tangan mungil mengepak-ngepak di taman-taman surga
    Ada malaikat yang bergemuruh di seantero langit menyambut pulang
    para syuhada
    Ini hadiah yang dijanjikan: lapar, takut, dan sengsara
    Bakar kebencianmu, susutkan dendammu
    Bukan mereka yang melempar
    Bukan kamu yang melempar
    Ini tak ada hubungannya dengan tanah, darah netes, atau
    harga diri palsu itu
    Ini hanya tentang kurma yang tak tergigit lagi
    demi tersengat rayuanNya Maha Syahdu

    Kamis, 8 Januari 2009
    MNA

    SI PEMUKAU

    Namamu palestin, bukan?
    Kau lahir dari duka yang menganga
    Sejarahmu duka lara, lahir dari kekerasan keluarga
    Saling tikam berpuluh tahun, dan luka itu darah
    Yang menetes dari mata kami, karena debu dari pasir
    Menutupi mata kami.

    Namamu zion, bukan?
    Kau lahir dari dendam yang menggumpal
    Sejarahmu dendam bara, dari keterusiran yang memalukan
    Sebab dengkimu membabi-buta, dan darah itu luka
    Menyengat di kaki dan tangan saudara sebapak
    Menutup budi dari sumur yang membuncah
    Menutupi mata kami.

    Lalu kamipun terpukau
    : beratus, atau beribu, bahkan berjuta yang terluka
    Terluka sampai mati menyisakan luka yang bertambah.

    Lalu kamipun berbisik
    : tak lelahkah engkau terluka
    Sampai mati menyisakan luka yang terus bertambah.

    Jumat, 9 Januari 2009
    HJR

  14. Perjuangan itu belum berakhir.,.
    Qt mash ditunggu oleh mrka dzana .,.
    ap qt pduli at hanya pormalitas belaka.,.
    tindakan nyata itu yg mrka, saudara kita buthkn.,.
    Allah Bersama Mereka !!!!
    ALLAHUAKBAR!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s