cerita-cerita mini

Ayah

Seseorang tiba-tiba mengetuk kamar kosku malam-malam. Dia membawa kabar, bahwa ayahku wafat. Tergesa-gesa aku berangkat menggunakan sepeda motor. Tiba di rumah orang tuaku, ibu dan sanak keluargaku terlihat sedih dan seolah-olah tak tahu kehadiranku. Sementara ayah masih bersandar di ranjangnya, wajahnya bersih dan terlihat baik-baik saja. “Kenapa baru datang? Tinggal kamu yang ayah tunggu sejak tadi,” kata ayah pelan, tersenyum. Belum sempat aku menjawab, tiba-tiba seseorang masuk ke kamar dan mengabarkan kepada orang-orang bahwa aku mengalami kecelakaan di perjalanan.[]

Pertemuan

Perempuan yang pernah kupacari sepuluh tahun lalu, kini duduk di hadapanku di sebuah kafe di suatu senja. Rasanya berabad-abad kami tidak pernah bertemu. Dia telah bersuami dan aku beristri. Terlalu banyak cerita yang hendak kubagi, barangkali juga ia. Hingga senja melindap, kami hanya berbagi senyum dan saling tatap. Ketika suami dan anaknya menyeberang jalan menuju kafe, ia pamit. Dari balik kaca, kupandangi mereka bertiga yang tampak bahagia. []

Pelacur

Ketika pelacur itu masuk ke kamar hotelnya, dia masih melupakan istrinya. Ketika pelacur itu mulai membuka baju, ia masih melupakan istrinya. Ketika pelacur itu mulai mencumbunya, ia masih melupakan istrinya. Ketika mereka berdua terbaring kelelahan, baru ia ingat istrinya. Maafkan aku, bisiknya.[]

Surat

Suatu sore, tukang pos menyerahkan sebuah surat yang sangat lusuh kepadaku. Pengirim dan alamatnya sudah tak terbaca, barangkali terkena panas dan hujan.ย  Hanya namaku saja yang samar.ย  Di atas kertas surat itu tertulis:ย  Undangan dari Masa Depan, tahun 2500. Kupikir, pantas saja suratnya begini.[]

Iklan

32 pemikiran pada “cerita-cerita mini

  1. menarik, wal ai, jauh lebih menarik dari rencana novel ente (hehehe). dijadikan bukukah kena?
    khusus cerita pelacur, itu kisah pribadi kah atau dari cerita kawan? hehehe

  2. Hheemmm… *manggut2*

    Siapa bilang menjalin kata-kata indah dan menghasilkan karya yang bagus harus dengan bahasa rumit dan topik yang serba berat?

    Biarkan imajinasi bermain dan perhatikan apa-apa yang mungkin terkesan sepele di sekitar kita.

    Hheemmm… ya ya ya *manggut2 lg*

  3. @randu:
    terlalu banyak guru untuk aku sebutkan.., barangkali termasuk ente. ๐Ÿ™‚

    @yulian
    terima kasih, semoga aku tak seperti balon, hehe…

    @manusiasuper
    ah, kau fadil, pakai sebut bapak pula.. ๐Ÿ™‚

    @HEbenyamine
    tenang.., masih ada stok (kayak sembako aja, hehe..)

    @hajri
    bila cerita mini aja menarik, novelnya pasti jauh lebih menarik, hehee…
    untuk kisah pelacur, bagi yang merasa, iya to…hehee..
    ente merasakah, wal.. hahaa…

    @syafwan
    hhmm.. kayak komen di sampul kaset film, hehe…

    @taufik
    saya pun manggut2 baca komen pian, pak… ๐Ÿ™‚

  4. saya menunggu kelanjutan yang novel “surat” aja mas, sambil berharap-harap waktu akan berjalan mundur.

  5. @atta
    mirip sketsanya pak tino sidin, ya, ta?

    @pak ersis
    cuma belajar, bos

    @agustin
    ya, ntar, ya. insya allah kalo jadi, ada rencana ke pangkalanbun, diundang balai bahasa kalteng, ngasih materi penulisan kreatif buat siswa sma.

    @hajri:
    hehee… maksa.

    @bengkyong
    .. cerminnya ya, bukan yg lain, kan? ๐Ÿ™‚

    @agustin
    cerita “surat” sampai situ aja. selanjutnya, terserah anda…

  6. jika komentar2 yang banyak dan antsias ini diterbitkan, bisa jadi kita tidak akan kehilangan 1 halaman sastra bos….turut berduka..

  7. @randu
    ya,.ya..

    @hajri
    tenang wal…

    @syaiful
    ok, pak

    @kie2
    trims. yeah, lagi berhemat kata2 ๐Ÿ™‚

    @farah
    ya, nih, lagi nunggu penerbit yang mau nerbitkan, farah ๐Ÿ™‚

    @anto
    … argumentasi apapun tak mempan, nto, andaipun mulut sampai berbusa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s