cermin (2)

Danau di Matamu

Kamu telah berdiri di hadapanku, lima tahun sudah sejak kamu meninggalkanku pada suatu malam kala kamu dapati aku mencumbu seorang perempuan di kamar hotel. Kamu tampak berubah, hanya kedua matamu tak benar-benar berubah, aku masih bisa melihat danau tenang itu. Tapi aku juga seperti melihat lingkaran-lingkaran air di sana. Siapakah yang melemparkan batu? Lalu kamu pun berucap, “Kamu siapa? Mohon jangan halangi jalanku,” sambil menggerak-gerakkan tongkat yang semula kukira payung itu di lantai kafe.

Penyair Meminta Mati di Atas Pentas

Penyair berpenyakitan TBC itu ingin mati di atas pentas saat membacakan puisi. Ia sudah meminta kepada tuhan. Agar lebih terasa dramatis, ia pun mulai sering membuat puisi tentang kematian. Namun, dari pentas ke pentas, Kematian yang dipinta tak datang-datang juga. Suatu malam ia pergi ke pantai, membacakan puisinya kepada laut, bulan, batu karang, dan ombak. Sejak itu, ia tak pulang-pulang.

Pelukis Telanjang

Seorang pelukis mencoba melukis perempuan telanjang di kamarnya. Satu jam lewat, kanvasnya masih putih. “Bagaimana aku bisa konsentrasi, bila posemu begitu?” katanya.

Iklan

33 pemikiran pada “cermin (2)

  1. “siapa.. “:hahaha, loco..
    “penyair..”: seperti cerita tentang sowarno pragolapati, atau hamid jabbar, atau..
    “pelukis..”: pasti pelukisnya ente. pengalamanku di isi, kami (mahasiswa isi yg waktu itu dpt mata kuliah gambar anatomi) tidak seperti itu tuh..hehe

  2. @syafwan
    kalau pelukisnya cewek, lalu yang dilukis…? ๐Ÿ™‚

    @HE Benyamine
    tak ikut nyari, pak?

    @hajri
    wal, kalau diurut-urut, kayaknya semua cerita itu mirip-mirip lawan ente, hehe…

    @randu
    tahulah siapa yang pelukis itu… (nang di atas ente, hehe..)

    @agus
    pasti ente ingat lawan hajri, iya klo? ๐Ÿ™‚

  3. Mas Sandi, selain Cermin ada Cermat (Cerita Hemat atau Cerita Camat): ceritanya tentang Camat menghemat listrik, menghemat kenangan bersama pacarnya dulu, meski sudah punya istri, menghemat shampoo dengan menggundul kepalanya, dll hahaha asyik juga baca cermin atau cermat (apa ada yang nggak seksis?) hahaha

  4. @agus
    ya, begitulah… teman kita itu kan layaknya cermin.

    @taufik
    silakan, pak. sebelum cerminnya retak ๐Ÿ™‚

    @omiyan
    memangnya ada pelukis tak jujur?, hehe…

    @princezt
    ya, perkenalannya diterima…

    @randu
    ssttt…, ada hajri, haha…

    @hajri
    kalo sorang ne kada usah dimakcomblangi, wal ai, hehe…

    @pak ersis
    itu artinya, filsafat lukisannya tinggi bos, kayak lukisannya hajri…

    @awym
    memang terlalu bagus cerminnya wym, jadi susah kasih komen, hehe

    @sainul
    ya pak sainul, sekarang lagi yang seksis-seksis dulu…

  5. rasanya disebut cermin (ceritanya terlalu mini jadinya kaya puisi selebihnya mirip anekdot (pelukis telanjang), tapi idenya boleh juga…..

  6. sebenarnya klo anda sering/ banyak membaca, bentuk seperti ini sudah umum ditulis beberapa sastrawan/ penulis kita, hanya popularitasnya kalah sama cerpen, novel, puisi, esei, dan karya sastra lainnya. kekuatannya lebih kepada gumpalan kalimat yang tersublimasi dalam beberapa kata yang efektif. dan sandi cukup berhasil untuk itu, saya pikir.

    wal, kanapa temandak berataan, nih?

  7. macam-macam aja sampeyan itu, padahakan lawan pelukisnya ulun menggantikan, kasiahan deh dia masa mata ada danaunya wseberapa ya besarnya.
    gamana kabarnya bosss

    wah mudahan ane kena amun mati pas baca al-quran aja deh, jadi beritanya “Isuur Loeweng penyair yang mati saat baca Al-quran. he he he

  8. @suzan:
    hhhmmm… (aku selalu terkenang bibirmu). stop! yg lain jangan berpikir macam2! ๐Ÿ™‚

    @doktermuda:
    copy aja, mumpung masih belum ditarik bayaran, hehe..

    @jhonpane:
    betul, beberapa cerita tidak terlalu “utuh”. yang jelas, saya tak bermaksud menulis puisi.

    @hajri:
    kali ini ente bertindak sebagai pengamat kayaknya, hehe..

    @pa ersis:
    ok, bos…

    @sarah luna:
    jangan terlalu dipikirkan, sarah.. ๐Ÿ™‚

    @kura-kura:
    numpang lewat, tapi kok masih ada di sini? lamban sekali kau..! ๐Ÿ™‚

    @isuur:
    ya, semoga saja sur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s