cermin #3

Tukang Gigi
“Minggu depan datang lagi, ha,” ucap tukang gigi Ncek Ceng Ho kepadanya usai memasangkan satu gigi palsu. Seminggu kemudian ia datang. Tapi tempat praktik merangkap rumah kakek 65 tahun di kawasan pasar itu begitu ramai. “Kakek baru saja meninggal pagi tadi,” ucap seorang pria, cucu Ncek. Ia pun tertunduk, lalu menangis. Cucu Ncek mengucapkan terima kasih karena ia turut berduka. “Aku sedih bukan karena kakekmu meninggal. Aku sedih karena satu lagi gigi palsuku belum sempat terpasang,” ucapnya lirih.[]

Tukang Sulap
Pesulap keliling itu selalu menangis di kamar usai bermain sulap sekaligus menjual obat gatal di pasar. Sebab ia merasa bukanlah penonton yang ditipunya, melainkan dirinya sendiri. Kertas yang dibakarnya kemudian menjadi uang tak pernah membuatnya kaya. Sementara pantatnya yang kudisan tak sembuh-sembuh juga.[]

Tukang Lawak
Saat istrinya meminta cerai, tukang lawak itu malah tertawa keras-keras. “Mengapa kau tertawa?” tanya istrinya sengit. “Bagaimana aku tidak tertawa, bukankah perkawinan kita selama ini hanya lawakan saja?”[]

Iklan

15 pemikiran pada “cermin #3

  1. Obat untuk semua topeng dan kepalsuan itu adalah ”Jujur” sebuah prilaku yang hari ini amat dibutuhkan dicari dan buat kalangan tertentu ia adalah barang langka.

    Buat kita yang masih memakai topeng, bukalah topeng mu, jadilah dirimu bukan orang jadi orang lain, diri mu adalah diri mu ( U are U ).

  2. Tukang gigi mendadak meninggal shock melihat Tukang sulap yang pantatnya kudisan, sementara Tukang Lawak tertawa punya bahan untuk lawakannya.

  3. @syafwan:
    ya, tepatnya kemiripan profesi, sama2 tukang 🙂

    @udin gambut:
    semoga pesannya bermanfaat.

    @rezaldo
    cermin (cerita mini), boleh juga jadi cermin untuk kita berkaca.

    @pak taufik
    ya, semoga caleg2 itu jujur nantinya (apa hubungannya), hehe…

    @hajri
    humor yang cerdas? wah, aku tak menyangka akan dapat penilaian seperti itu (dari ente).

    @randu
    ya, cermin dulu, baru novel, hehehe…

    @HEbenyamine
    hahaa… nyambung aja.

  4. Wah! Masih ada yang tertinggal. Apa? Tukang cerita yang menceritakan tiga tukang di atas. Ha ha ha ha ha ha…ha! Silakan berkunjung di laman saya. Saya tunggu….

  5. bang yulian:
    bila yang meminta cermin ini dibukukan jumlahnya mencapai 100 orang, insya Allah dibukukan. dan 100 orang itu (harus)menjadi pembeli pertama.
    ok, silakan daftar mulai sekarang, hehee…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s