Ke Toko Buku…

(Duh, lama juga tak menulis di sini.)

Baiklah, mungkin yang akan kuceritakan ini cukup menarik untuk dibaca (kalau tidak, buat apa aku menuliskannya…)

(sebenarnya ini sudah terjadi lama), waktu itu aku sudah lama melihat papan nama toko buku yang berada di kawasan Dago itu—selalu aku lihat bila aku menuju kantorku yang dulu berada di Dago, sekarang sudah pindah ke Jalan Gandapura, kawasan Riau, Bandung. Setiap lewat, aku berkata dalam hati suatu saat aku akan singgah, siapa tahu ada banyak buku menarik yang tidak terdapat di toko buku yang terkenal.

Maka, suatu siang mampirlah aku ke toko buku itu.

Seperti biasa aku lihat saat lewat, parkir di halaman toko buku itu memang selalu sepi—aku langsung menuju pintu masuk.

Benar, toko buku itu sangat sepi – tidak seperti toko buku yang memang telah memiliki nama. Aku nyaris tak melihat seorang pengunjung pun berada di situ sedang membaca buku. Yang tampak hanya seorang perempuan yang kuyakini adalah penjaga toko buku itu—terlihat dari bajunya yang sepertinya memang khusus (tahulah kalian baju para pramuniaga)—yang menatapku dengan ekspresi heran—yang nantinya aku maklumi tatapan itu.

Dan tahulah aku mengapa dia menatapku begitu, karena akupun akhirnya sadar bahwa aku salah masuk toko. Ya, itu memang toko buku, tapi bukan toko buku seperti yang ada di dalam pikiranku.

Itu adalah toko buku Alkitab. Ya, alkitab, lengkap dengan simbol-simbol  yang tergantung hampir di seluruh dinding toko buku itu.

Aku yang masih berdiri di depan pintu masuk serasa terpaku. Apakah aku akan terus masuk dan berpura-pura mencari buku, atau langsung balik kanan?

Sekali lagi aku tatap pramuniaga itu – dengan tatapannya yang tidak berubah. Saat itu juga aku putuskan untuk berbalik ke luar menuju tempat parkir. Dan sepanjang jalan menuju ke kantor, tak henti aku menertawakan diri sendiri, dan maklum bila tadi sang pramuniaga menatapku dengan ekspresi heran…

Iklan

16 pemikiran pada “Ke Toko Buku…

  1. #mansup: ..khawatir dia nanya balik, “itu tentang ajaran apa ya?”

    #zian: ajaran agama sendiri aja belum tamat. ya, kabari aja bila ke bandung.

    #syafwan: namanya juga manusia. ya, nanti insya allah ketemu lagi. salam buat kawan2.

  2. ente sudah bisi koleksi alkitab kada di rumah? mun belum, jaka nukar…
    kenapa binian tu heran? ente masuk pakai pakai kopiahkah, atau baju koko lengkap dengan sajadah di pundak?
    lawas kada menulis, sakit banar tulisan ente ni, wal? (hehe)

  3. #hajri: haha… energi menulisnya lagi disimpan wal ai.., jadi yang ringan-ringan aja di sini. hehee.. (ya, karena tampangku kan Islami banar, haahaa..)

  4. #randu: kalo ente tampang rock n roll hati islami lah, hehe…

    #benyamine: mungkin dia bingung, ada ustaz nyasar, hahahaa…

  5. Oalah maas.. salah masuk toh..
    Ada satu hal yang kemudian membuat saya bertanya yaitu tentang ekspresi perempuan pramuniaga itu, apakah mas sandy menggunakan simbol khusus sehingga menyebabkan serasa punya alasan untuk dianggap salah masuk toko buku ???

    Seperti halnya kalau perempuan berjilbab salah masuk ke toko buku kristen misalnya.

  6. “Yang tampak hanya seorang perempuan yang kuyakini adalah penjaga toko buku itu—terlihat dari bajunya yang sepertinya memang khusus (tahulah kalian baju para pramuniaga)…”

    …ehem…palingan cuma ingin mengidentifikasi si pramuniaganya…pernah liat dimana gitu…eh ternyata di toko buku…samperin akh…ternyata eh ternyata….gdubrak…kkk!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s